BAB Teori Terkait Blok Cipher 2.2.1 Block Cipher

BAB
1

 Latar Belakang

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Kriptografi
adalah ilmu menerapkan matematika untuk mengenkripsi dan mendekripsi data. Hal
tersebut memungkinkan untuk menyimpan informasi sensitif atau mengirimkan data
pada jaringan yang tidak aman (seperti Internet) sehingga tidak dapat dibaca
oleh siapa pun kecuali penerima yang dimaksud.

Tujuan utama dari
kriptografi adalah menjaga keamanan bentuk data dari penyerang yang tidak sah.
Kebalikan dari enkripsi data adalah data Dekripsi. Data asli yang akan dikirim
atau disimpan disebut plaintext, merupakan data yang dapat dibaca dan
dimengerti baik oleh orang atau komputer. Sedangkan data yang tidak terbaca,
baik oleh manusia atau mesin disebut cipher teks.

 

1.1   Rumusan Masalah

Mengetahui
perbedaan antara Kriptografi enkripsi dan deskripsi dengan DES dan AES

 

1.2
Tujuan

            Memudahkan kita untuk mengetahui korelasi antara DES dan
AES

 

BAB
2

Landasan
Teori

 

2.1
Penelitian Terdahulu  

Dalam
melaksanakan penelitian ini, saya mengambil beberapa referensi untuk
mempermudah saya mengerjakan jurnal ini sebagai dasar pelaksanaan penelitian.

Nama
Peneliti

:

Shraddha
Soni, Himani Agrawal, dan Dr. (Mrs) Monisha Sharma

Tahun

:

2015

Asal

:

International
Journal of Engineering and Innovative Technology (IJEIT)

Judul

:

Analysis
and Comparasion between AES and DES Cryptographic Algorithm

Hasil

:

Ukuran
gambar dari 128 * 128 (misalnya kameramen, lada, aero, dll,) dianggap sebagai
plain (Original) gambar dan proses enkripsi dan dekripsi algoritma DES dan
AES dilakukan dengan menggunakan MATLAB. Inspeksi visual yang ditampilkan di
bawah ini menunjukkan kemungkinan penerapan algoritma berhasil di kedua
enkripsi dan dekripsi DES serta AES. Selain itu, mengungkapkan efektivitas
dalam menyembunyikan informasi yang terkandung di dalamnya

 

2.2 Teori Terkait Blok
Cipher

2.2.1 Block Cipher

                  Blok cipher merupakan
algoritma kriptografi simetrik yang mengenkripsi satu blok plaintext dengan
jumlah bit tertentu dan menghasilkan blok ciphertext dengan jumlah bit yang
sama. Dalam proses enkripsinya, block cipher menggunakan beberapa fungsi
matematika, diantaranya fungsi permutasi dan fungsi substitusi, sehingga
konfusi (confussion) dan difusi (diffusion) pada block cipher terpenuhi.

                        Istilah konfusi dan
difusi diperkenalkan oleh Claude Shannon pada tahun 1949. Menurutnya, konfusi
dan difusi merupakan hal yang harus diperhatikan dalam sistem kriptografi,
karena dapat mencegah cyptanalysis, khususnya yang berbasis analisis statistik
(Cryptography and Network Security-William Stalling).

                        Keunikan dari feistel
cipher adalah struktur enkripsi dan dekripsinya bersifat identik, walaupun
subkunci yang digunakan selama enkripsi pada setiap round diambil berdasarkan
urutan terbalik pada proses dekripsi.

 

2.2.2 Algoritma DES (Data
Encryption Standard)

                        DES
adalah blok cipher, dengan ukuran blok 64-bit dan kunci 56 bit. DES terdiri
dari seri 16-putaran substitusi dan permutasi. Dalam setiap putaran, data dan
bit kunci bergeser, di permutasikan, XOR, dan dikirim melalui, 8 s-Box, satu
set tabel lookup yang penting bagi algoritma DES. Proses dekripsi pada dasarnya
sama, dilakukan secara terbalik.

 

2.2.3 Algoritma AES
(Advanced Encryption Standard)

                  AES menggunakan 10, 12,
atau 14 Rounds (putaran). Ukuran kunci yaitu128,192 atau 256 bit tergantung
pada jumlah putaran. AES menggunakan beberapa putaran dimana setiap putaran
terdiri atas beberapa tahap. Untuk memberikan keamanan AES menggunakan beberapa
jenis transformasi. Permutasi substitusi, (Mix) pencampuran dan Penambahan
kunci di setiap putaran AES kecuali yang terakhir menggunakan empat
transformasi.

 

BAB
3

Metodologi
Peneltian

 

                        Metode yang penulis
gunakan ialah pemahaman algoritma yang terjadi pada AES dan DES yang telah
disediakan oleh pengajar. Saya akan memasukkan plaintext yang sudah dikerjakan
sebelumnya lalu memasukkan kunci kemudian hasil dari ciphertext yang akan
digunakan sebagai pembanding. Perbandingan meliputi tingkat keamanan, memori
dan kecepatan. Berikut adalah daftar inputan data yang telah saya kerjakan
antara lain sebagai berikut:

No

Data 1

Data 2

1

ANGREYNI

BAAAAAAA

2

ANTONIUS

ABAAAAAA

3

MALAYSIA

AABAAAAA

4

FERNANDO

AAABAAAA

5

PERANCIS

AAAABAAA

6

PREDATOR

AAAAABAA

7

BERNARDO

AAAAAABA

8

NOTEBOOK

AAAAAAAB

 

 

BAB
4

Hasil
dan Pembahasan

 

                        Hasil Implementasi
system berdasarkan perancangan yang telah dibuat, dijelaskan sebagai berikut.

Gambar
di atas ini menampilkan langkah untuk menentukan plaintext dan ciphertext.

 

Gambar yang di atas ini merupakan plaintext dan ciphertext
yang sudah mempunyai korelasi

dalam pembuatan tugas akhir ini.

 

BAB 5

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian, serta pengujian terhadap sistem, maka
dapat di simpulkan bahwa tugas akhir yang di kembangkan dapat mengubah angka
atau sandi yang ada pada enkripsi dan deskripsi pada tugas akhir ini.

 

Daftar Pustaka :

http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/6584/2/T1_672010802_Full%20text.pdf

https://sites.google.com/site/riksongultom/analisis-perbandingan-antara-algoritma-kriptografi-aes-dan-des

https://www.nayuki.io/res/des-cipher-internals-in-excel/des-internals-screenshot.png

https://www.nayuki.io/res/aes-cipher-internals-in-excel/aes128-internals-screenshot.png

BACK TO TOP
x

Hi!
I'm Nicholas!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out